Kajian Tafsir Lapas Rantau, KalSel Yasin 8-12

02.34.00 Unknown 0 Comments

Sabtu, 3 September 2016

بسم الله الرحمن الرحيم

Kajian Tafsir Lapas Rantau, KalSel
Oleh H. Luthfi H.

Surat 8-12. KONDISI ORANG YANG DITETAPKAN KESENGSARAAN BAGINYA, KARENA MEREKA TIDAK MAU MENERIMA HIDAYAH YANG SAMPAI KEPADA MEREKA.

(إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ)

(8). Sesungguhnya Kami menjadikan pada leher mereka belenggu, maka (tangan mereka diangkat) sampai ke dagu, maka mereka tertengadah.

(ini pemisahan dan penggambaran orang-orang kafir dalam kesesatan yang disamakan dengan orang yang ada dibelenggu di tangannya dan tangannya disatukan dengan lehernya, sehingga kepalanya mendongkak dan dia tidak bisa menundukkannya.

Dalam tafsir Jalalain disebutkan, ini adalah pemisahan, yang dimaksudkan mereka adalah tidak tunduk kepada iman dan tidan menundukkan kepada kepada iman.

Mereka memejamkan mata sehingga hampir tidak melihat kebenaran atau menoleh ke arah kebenaran tersebut)

(وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ)

(9). Dan Kami jadikan di hadapan mereka dinding, dan di belakang mereka dinding (pula), lalu Kami tutup (mata) mereka maka mereka tidak dapat melihat,

(Abu Su’ud berkata, ini merupakan penyempurnaan gambaran sebelumnya, yakni Kami adakan dinding besar di hadapan dan dibelakang mereka.  Dan Kami tutup mata mereka dengan kedua dinding itu, sehingga mereka sama sekali tidak melihat sesuatu, sebab mereka terkepung diantara dua dinding.

Ini menjelaskan puncak keburukan mereka dan bahwa mereka akan tetap bertahan dalam kesesatan dan kebodohan. Bahkan mereka terhalang untuk berfikir mengenai dalil dan ayat.

Ulama Tafsir berkata: “Ini adalah pemisahan mereka dengan orang-orang yang jalannya tertutup, sehingga dia tidak mendapatkan petunjuk untuk menuju tujuannya).

(وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ)

(10). Sama saja bagi mereka apakah engkau memberi peringatan atau engkau tidak memberi peringatan, mereka tetap tidak beriman.

(Sama saja bagi mereka wahai Muhammad, mereka tertutup oleh kegelapan kesesatandan hatinya tertutup oleh syahwat kedurhakaan, maka larangan dan peringatan tidak lagi berguna bagi mereka. Karenanya mereka tetap tidak beriman, sebab peringatan tidak menghidupkan hati mereka yang mati.

Peringatan hanya meyadarkan hati yang hidup dan siap untuk menyongsong iman.

Ayat ini menghibur Nabi Muhammad dan menguak sifat hati orang-orang Kafir yang sesat.)

(إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ)

(11). Sesungguhnya hanyalah engkau memberi peringatan bagi orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada (Tuhan) Yang Maha Pengasih yang ghaib.

(Peringatanmu wahai Muhammad, hanya bermanfaat bagi orang yang beriman kepad Al Qur’an dan mengamalkan isinya. Dia takut kepada Allah walaupun tidak melihat Allah, yang memiliki sifat Maha Pengasih).

Maka berilah kabar gembira ia dengan ampunan dan pahala yang mulia. (ketika merasa mendapatkan manfaat dari peringatan, maka ia layak diberikan kabar gembira, yakni berupa ampuna yang besar dari Allah SWT terhadap dosa-dosanya, dan pahala yang mulia di akhirat, yakni di Surga.

Kemudian Allah menjelaskan hari berbangkit dan kembali kepada Allah SWT, dengan Firman-Nya.

(إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ)

(12). Sesungguhnya Kami menghidupkan (orang-orang) yang mati, (Kami membangkitkan merka dari kubur, setelah mati untuk dihisab dan menerima pembalasan), dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.

(Yakni Kami tuliskan kebaikan dan keburukan, dari amal sholeh dan amal buruk dan langkah dan bukti mereka dalam melakukan kebaikan. Dan segala sesuatunya Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhil Mahfudz).[]

Sabtu, 3 September 2016 بسم الله الرحمن الرحيم Kajian Tafsir Lapas Rantau, KalSel Oleh H. Luthfi H. Surat 8-12. KONDISI ORANG YANG ...

0 komentar: